Rabu, 01 Februari 2012

Bermain Sambil Belajar dengan Permainan Ular Tangga

Jakarta – Bermain sambil belajar merupakan metode pembelajaran yang cukup efektif diterapkan pada anak-anak. Berangkat dari dasar inilah, para dokter kecil di SD Gunung Batu Bogor, Jawa Barat, terinspirasi untuk menyampaikan pesan kesehatan melalui permainan ular tangga. Ide mereka ini berhasil menjadi juara 1 dalam Kompetisi “Sehat Dimulai dari Sekolahmu”, sebuah program dari Caravan Gizi Nestle Dancow, sebagai bentuk dukungan PT. Nestle Indonesia pada program “Dokter Cilik”.  

Adalah Nabila, Wildan, Siti Nur Latifah, dan Erizal, para dokter kecil di SD Gunung Batu, Bogor, yang mengembangkan ide permainan ular tangga menjadi media penyampaian pesan kesehatan.  Mereka yang hobi bermain ular tangga ini, mengaku belajar sambil bermain merupakan metode yang menyenangkan dan mudah dimengerti. Karena itulah mereka kemudian mengkombinasikan permainan ular tangga dengan pesan kesehatan bertema “10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik”.
Permainan ular tangga ini memiliki 100 kotak. “Di kotak pertama ada piramida makanan. Ada karbohidrat, vitamin dan mineral, protein dan zat penambah seperti gula, minyak kelapa sawit, dan garam. Terus ada ular yang berperan sebagai fungsi sebab-akibat,” jelas Nabila. Dalam permainan ini, tangga (ke atas) menunjukkan akibat dari mengkonsumsi makanan bergizi, sedangkan ular (turun) menunjukkan akibat dari mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.
“Ada tangga kecil yang berfungsi sebagai karbohidrat. Kalau kita mengkonsumsi karbohidrat secara teratur, kita bisa jd kuat. Ada tangga yang sedang, untuk vitamin dan mineral. Kalau kita mengkonsumsi vitamin dan mineral secara teratur, kita bisa mengatur sel-sel  tubuh kita dengan baik. Tangga yang paling tinggi itu protein. Bisa bertambah tinggi dan berat badan,” ujar Wildan dengan semangat, saat diwawancarai usai pengumuman pemenang, di Graha Utama Kemdikbud, Jakarta (30/1).
Nabila, Wildan, Siti Nur Latifah, dan Erizal sekarang duduk di kelas VI SD. Mereka  mengaku, awalnya  cukup grogi saat mempresentasikan ide mereka di depan dewan juri. Tetapi selanjutnya, mereka bisa lancar menjelaskan ide permainan ular tangga tersebut, bahkan berhasil menjadi juara pertama. Prestasi ke-empat dokter kecil ini juga tidka lepas dari dukungan pihak sekolah, terutama guru, juga dukungan orang tua.
“Sekolah membantu dalam pelatihan. Mereka latihan di luar jam belajar, usai sekolah. Dan sekolah tidak memaksakan durasi latihan. Jadi metode yang kami gunakan bukan metode perintah. Tergantung mereka maunya bagaimana,” ujar E. Kosasih, guru Pembina dokter kecil SD Gunung Batu, Bogor. Lokasi latihan pun beragam, tidak hanya di sekolah, melainkan di luar sekolah, misalnya di rumah guru pembina.
E. Kosasih mengatakan, hal yang paling sulit saat membuat permainan ular tangga adalah saat tahap penggambaran. Permainan ular tangga ini memang dimainkan di karton berukuran 1x1 meter. Beruntung, empat anak yang tergabung dalam tim dokter kecil SD Gunung Batu Bogor memiliki peranan dan kelebihan masing-masing. “Kalau Wildan pandai menggambar, jadi dia yang banyak membantu saat tahap penggambaran. Kalau Nabila, anaknya pandai bercerita. Siti Nur Latifah cerdas, dan Erizal anak yang enerjik dan lincah, karena hobi bermain futsal,” tutur E. Kosasih.
Pembinaan “10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik” di SD Gunung Batu, Bogor, dilakukan terhadap 400 siswa, dengan total dokter cilik berjumlah 86 siswa, 10% dari jumlah siswa. Para dokter kecil berkeliling dari kelas ke kelas untuk mensosialisasikan pesan kesehatan tersebut melalui permainan ular tangga yang mereka kembangkan. E. Kosasih mengatakan, Program Dokter Kecil di sekolah dasar ini sudah berjalan dari tahun 1985. “Pelatihan dilakukan dua tahun sekali, dan bekerjasama dengan puskesmas dan rumah sakit sekitar”. (DM)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terimakasih atas kunjunganya